Seputar Masalah Pengadaan Makan Tahanan


Sedikit sharing tentang pengadaan makan tahanan.

Posting ini saya sadur dari Blog Mujdi Santosa yang kebetulan pernah ditanyakan oleh rekan-rekan di polres. 
Misalnya ada paket penyediaan  makan untuk tahanan pada sebuah polres yang seharusnya pekerjaanya sudah dimulai pada tanggal 1 januari 2016, tetapi karena ada kendala, paketnya belum dilelangkan. Sedangkan pemberian makan kepada tahanan harus dilaksanakan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016. 

Lalu bagaimana solusinya?

Apakah nantinya si pemenang lelang kepada yang memberi pinjaman dan nantinya di bunyikan di dalam kontrak untuk mewajibkan si pemenang lelang untuk mengganti segala biaya yg telah dikeluarkan? Jawabannya TIDAK.

Idealnya untuk pengadaan makan tahanan proses lelang dan tanda tangan kontraknya mendahului tahun anggaran. Bahkan untuk proses lelang mendahului keluarnya DIPA.

Namun bila lelang belum dilaksanakan dan waktunya tidak memungkinkan maka laksanakan pengadaan langsung berupa SPK dari  tanggal 1 Januari sampai dengan waktu tanggal tanda tangan kontrak hasil pelelangan.
Jadi nantinya kontrak ada dua yaitu kontrak hasil pengadaan langsung dan hasil pelelangan (bila nilanya masih di atas 200 jt). Pengadaan langsung dilakukan dengan negosiasi kewajaran harga.

Untuk tahun berikutnya, agar tidak terlambat kontrak, pelelangan agar dilakukan sebelum tahun anggaran. SPPBJ dan Kontrak dilakukan ketika DIPA diterima dan efektif dapat dicairkan.

Note : Pengadaan makan dimaksud adalah yang nilainya di atas 200 jt.

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar